Kota Ambarawa, merupakan kota kecamatan, bagian dari Kabupaten
Semarang, di Jawa Tengah. Sebenarnya belum layak disebut kota, Ambarawa
merupakan kecamatan, yang geliat ekonominya memang lebih besar dari kecamatan
di sekitarnya. Hari-hari ini menjadi hangat, saat adanya beberapa siswi ABG,
siswi SMP, yang hendak memperbaiki keperawanannya. Berarti siswi-siswi ini
sudah tidak perawan. Kota sekecil itu sudah terjangkiti fenomena kota besar
metropolitan.
Berita yang senada dilaporkan Kompas.com, adanya bapak kandung berusia
73 tahun melecehkan, menodai anak kandungnya yang berusia 8 tahun. Rentetan peristiwa
yang beberapa pekan ini menjadi bahan pembicaraan hangat di negara ini,
menyaingi pemberitaan demokrasi yang tidak jauh berbeda buruknya.
Mengapa begitu buruk keberadaan
seksualitas di bangsa Indonesia ini? Salah satu komentar di Kompas.com menyatakan munafiknya bangsa ini, sehingga pemerkosaan,
paedophilia, dan kejahatan lainnya merajalela. Pendidikan seksualitas belum
dipandang penting, bahkan seorang menteri beberapa tahun lalu menyatakan
pendidikan seksualitas tidak perlu diberikan karena dengan sendirinya akan tahu
(beliau mengandaikan pendidikan seksualitas dengan hubungan seksual yang
berciri naluriah). Seorang profesor berkomentar seperti itu, apalagi guru-guru
di daerah, yang sederhana dan minim informasi (walaupun sekarang beliau sudah
bertobat dan akan “memaksakan pendidikan seksualitas masuk dalam kurikulum). Rekan-rekan
guru saya banyak yang bingung mengajarkan mengenai seksualitas. Perkembangan manusia
awali adalah seksualitasnya namun tidak pernah dipelajari dan diajarkan dengan
semestinya. Pemahaman mengenai seks, seksual, dan seksualitas masih kacau. Terminologi
yang akan sangat membantu untuk mengerti dengan baik sekiranya sudah dipahami
berpedaan dan pemakaiannya secara tepat. Orang tua, guru, sering membentak anak
atau siswa ketika ada pertanyaan mengenai seksualitas. Mengapa terjadi? Karena orang
tua dan guru tersebut tidak mampu menjawab sebagaimana adanya. Seksualitas dianggap
saru, tabu, jorok, dan mesum.
Mengapa banyak yang tersesat dan terjerat?
·
Tingginya kelahiran tidak diinginkan
Angka kelahiran tidak diinginkan cukup tinggi,
menyumbang persoalan yang tidak mudah. Alam bawah sadar anak yang dihasilkan
perbuatan terlarang merekam apa yang dia terima sejak di dalam kandungan. Pertikaian
orang tua calon bayi dengan orang tua mereka berkaitan dengan kehamilan dan
pernikahan sudah disimpan anak.
o
Pendidikan seksualitas awali buruk
Pendidikan seksualitas sudah dimulai dari janin di
dalam kandungan. Dengan memberikan perhatian, bukannya pertikaian dan mencari
jalan untuk menyembunyikan. Setelah lahir cinta yang diperoleh dengan tulus
membantu anak menjadi pribadi yang utuh. Bisa dipahami anak yang lahir bukan
karena perencanaan akan lebih banyak menerima bentakan. Ibu yang sudah siap memiliki
anak saat mengganti popok akan dengan riang dan sukarela, berbeda dengan ibu
yang terpaksa karena hamil terlebih dahulu, apalagi kalau ibu itu masih ABG.
o
Perasaan tertolak menjadikan dia arogan/menindas
untuk mendapatkan eksistensi
Semua manusia pada hakikatnya tentu ingin dihargai,
dicintai,dan diakui.bayi dan anak yang lahir tidak diinginkan merekam dan
merasakan ketertolakan itu di alam bawah sadarnya. Saat remaja dan dewasa,
kehausan dan kelaparan eksistensi diri tersebut dicari pemenuhannya. Pendampingan
dan bimbingan yang tidak semestinya menjadikan anak lari pada hal-hal buruk. Biasanya
lari ke arah seksualitasnya.
·
Ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa etika
Kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Manusia banyak
terbantu dengan adanya digitalisasi. Kambing hitam untuk teknologi tidak tepat
alias salah sasaran. Apa yang perlu terjadi dan harus dilakukan?
o
HP, Smarphone, Tablet dan teman-temannya
Anak-anak bahkan belm bisa berjalan sekarang ini sudah
dipegangi HP oleh orang tuanya. Anak menjadi diam dan
tenang. Orang tua terbantu, karena kesibukan lainnya tidak terganggu rengekan
anak. Di mana-mana sekarang ini semua orang terlalu sibuk dengan tangannya
dengan dunia mayanya, baik sms, bbm, fb, twitter,
atau media sosial lainnya. Manusia justru terasing dengan manusia lain yang
ada di sampingnya. Kekosongan hati karena interaksi sosial virtual dianggap
sesuai perkembangan zaman. Jembatan yang mengatasi kendala baik dan harus,
bukan berarti meninggalkan yang dekat demi yang jauh.
o
Internet tanpa moral
Internet menjadi kambing hitam salah satu menteri. Maka
dia getol sekali memblog, menutup situs-situs pornografi. Ironisnya dia suka
sekali dengan media sosial, ini kan standart ganda bagi remaja contoh itu
membingungkan mana yang mau diikuti. Pornografi bagi pengidap diabet terutama
laki-laki diperlukan bahkan sangat membantu. Bukan situs dan pornografinya yang
perlu diberi perhatian. Justru pembangunan dan pengembangan moralnya yang
diberi porsi pembenahan oleh semua pihak.
o
Pendidikan moral diabaikan
Pendidikan moral seperti agama, Pendidikan Moral
Pancasila dinafikan. Mengejar kemampuan kognisi sebanyak-banyaknya. Pendidikan seperti
agama dan moral lainnya diabaikan dan disingkirkan demi nilau ujian nasional. Peran
guru-guru ini disalahkan saat kejadian seperti ini mengemuka. Pernah tidak
dilibatkan dalam mengelola sekolah selama ini?
·
Keteladanan
Remaja dan ABG memerlukan figur untuk dijadikan
teladan dan pola bagi kehidupan ke depan. Apa yang disajikan selama ini sudah
bisa memenuhi keinginan dan kerinduan mereka?
o
Baik
Keteladanan yang baik, membangun, memiliki karakter
kuat, jujur, bisa dipercaya, mengayomi makin jarang dan tidak mendapat
publikasi yang lebih. Malah banyak orang yang layak menjadi teladan dan
dicontoh di-bully karena mengganggu
kepentingan dan keadaan sekitar yang sudah nyaman dengan keburukan.
o
Buruk
Contoh buruk diekspos berlebih-lebihan bahkan menjadi
tokoh idola dan benar-benar digandrungi.
§
Pelaku video porno, menjadi idola kaum muda. Bukan
menjelek-jelekan karyanya bermusik, karya musiknya layak mendapat apresiasi
tinggi. Namun kehidupan pribadinya yang tidak semestinya itu tidak layak bagi
kaum muda. Karena para muda belum bisa memisahkan antara tindakan yang satu
dengan yang lainnya.
§
Mantan bupati yang dipecat karena kehidupan
seksualnya menikah dengan anak-anak dan bercerai, saat ini menjadi anggota
dewan dengan suara yang luar biasa. Berbahaya nantinya dia mengusulkan pembuatan
perundang-undangan yang bisa membersihkan namanya dan itu merusak tatanan
kesusilaan.
§
Beberapa artis yang kawin cerai dan bangga
sebagai gaya hidup. Cerai bukan kesalahan untuk hukum di Indonesia, namun perlu
difilter dalam memberitakan sehingga tidak menjadikan anak muda melihat itu
sebagai gaya hidup yang normal dan lumrah
Apa yang bisa dilakukan?
Setiap malam
ada pagi. Ada gelap ada terang. Secercah sinar bisa dilakukan untuk mengatasi
hal itu. Pengharapan perlu dibangun dan dipupuk untuk mengatasi. Kutuk, cela,
hujat tidak perlu, usaha dan tindak nyata dikedepankan.
·
Sinergi peran
o
Orang tua dan keluarga
Orang tua dan keluarga merupakan pendidik yang utama
dan pertama. Oleh karena itu memegang peran sentral dan penting. Pihak-pihak
tertentu menuntut sekolah dan guru bertanggung jawab mengenai kemerosotan moral
anak bangsa. Tuntutan yang tidak relevan, karena waktu anak di sekolah sekitar
30%, dan dipenuhi dengan kurikulum yang ketat. Hal ini terjadi karena
masyarakat hendak melarikan diri dari tanggung jawabnya dan menjadikan guru dan
sekolah menjadi kambing hitam.
o
Guru dan tenaga kependidikan serta sekolah
Guru dan sekolah merupakan pihak yang melengkapi
pendidikan di rumah. Guru oleh negara diberi hak untuk mengajar dna mendidik
anak secara ilmiah dan akademis formal sebagai dimensi komplementer pendidikan
orang tua. Guru bukan mengambil alih tanggung jawab dan peran orang tua dalam
pendidikan. Melengkapi apa yang tidak bisa dilakukan orang tua dna keluarga.
o
Masyarakat lembaga keagamaan dan negara
Masyarakat keagamaan memberikan bimbingan spiritual
melalui berbagai media dan cara masing-masing. Tantangan terbesar saat ini
ialah makin tidak menariknya lembaga keagamaan bagi remaja dan kaum muda. Kreatifitas
dan inovasi dibutuhkan untuk “menyenangkan kaum muda.” Masih banyak kog para
muda yang mau terlibat secara spiritual, libatkan mereka sehingga dapat menjadi
nara sumber yang valid di dalam menyusun rencana dan acara yang kontekstual.
Negara, memiliki kekuatan dalam perundang-undangan. Perundangan
yang dijalankan secara obyektif dan tegas membuat anak bangsa memiliki payung
yang akan melindungi eksistensi dan keberadaannya. Peblokiran bukan tindak
bijaksana, karena menghabiskan energi dan beaya yang tidak efektif dna efisien.
Membangun karakter sehingga anak melihat seksualitas secara dewasa, bertanggung
jawab, dan apa adanya.
Peran masing-masing fihak bukan mengambil alih dna
melemparkan tanggung jawab namun melakukan sesuai dengan tugas dan peran
masing-masing. Saling melengkapi dan mengisi kekosongan yang tidak bisa ataupun
tidak mampu dilakukan pihak lain. Kerjasama yang akan memberikan pengharapan
dan pencerahan bagi keberlangsungan negara dan bangsa yang sejahtera.
·
Pembicaraan secara holistik/menyeluruh, dan
kontekstual
Seksualitas merupakan bagian yang hakiki dalam diri
manusia. Apa yang dilakukan selama ini masih sepenggal-sepenggal. Medis biologis
menyoroti seksualitas asal aman secara medis dan tidak membawa penyakit menular
dianggap mencukupi dan baik. Di sini dokter dan para medis memegang peran. Pihak
pemimpin keagamaan dan spiritual memberikan pendampingan secara moral, mana
yang baik dan boleh, mana yang buruk dan tidak boleh. Penanaman nilai moral
menjadi penting agar anak bisa melihat larangan dan anjuran secara obyektif
karena ada dasar yang benar-benar bernilai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar