Pertanyaan
yang menyentak dan mengagetkan, saat kemenakan yang baru pulang dari ujian
nasional tingkat SMP mengajukannya, “Om, mosok, aku dicurigai sebegitunya oleh
negaraku?”
Sambil mengerutkan kening, “memang kenapa?”
tanyaku.
“Lha
dilembar jawab itu harus ditulis, saya mengerjakan ini dengan jujur dan
ditandatangani. Itu kan berarti aku dicurigai kalau aku tidak jujur dan biar
jujur membuat pernyataan tersebut.”
Lembaran
aneh, entah apa maksudnya pernyataan tersebut. Kalau hendak mengajak anak untuk
dapat dipercaya, berikanlah kepercayaan kepada anak, dan berikanlah keteladanan
dalam kehidupan mereka. Bagaimana anak malah dikejar-kejar untuk berperilaku
jujur, dalam lembar jawab ujiannya, sedang dalam keseharian mereka menyaksikan
aneka ragam ketidakjujuran dan macam-macam tindak curang yang bejibun.
Ribuan
peserta ujian, bertahun pernyataan itu ada, bahkan saya juga pernah membaca hal
itu, sama sekali tidak menjadi bagian pemikiran saya. Anak ini memiliki
kepekaan akan hal-hal yang kecil, bahkan bagi banyak orang sama sekali tidak
dipedulikan, acuh tak acuh saja saat menuliskan dengan menjiplak di atasnya dan
menandatangani itu, namun keluguan keremajaannya melegakan masih ada yang mau
peduli dengan kebijakan negara yang tidak bijak sama sekali seperti itu. Pastinya
saat mengerjakan dia sudah kepikiran, kog aku dicurigai tidak jujur to????
Ribuan
pula yang menuliskannya dan setelah itu membuka bocoran, atau semalam sudah
mengemas contekan itu agar aman. Tulisan dan pernyataan yang membuang-buang
energi karena tidak menyentuh hati dan menggerakan nuraninya untuk berbuat
jujur bukan semata menuliskannya dan malah mengingkarinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar