Setiap manusia
bertumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap yang ada dalam siklus hidupnya. Anak berkembang
secara fisik, biologis, dan psikoseksualnya. Masa pubertas menjadi pusat
pendampingan dan perhatian banyak pihak, karena menunjukkan perubahan yang
jelas dan sangat signifikan bagi tumbuh kembang anak menuju kedewasaan.
Tidak kalah
penting pendampingan pra pubertas yang sebenarnya benar-benar membantu anak
menemukan orientasi seksualnya. Bagaimana orang memiliki orientasi seksual yang
menyimpang seperti yang saat-saat ini menghebohkan masyarakat. Anak-anak yang
mengalami pra pubertas perlu pendampingan yang baik untuk mengarahkan
orientasinya secara benar dan tepat. Orientasi yang tepat berarti orientasi
yang komplementer yaitu melengkapi satu sama lain, laki-laki dan perempuan, dan
bukan laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dan perempuan.
Perkembangan sekseualitas
pra pubertas anak perempuan memiliki idola seseorang atau tokoh yang ada di
sekitar lingkungannya. Pribadinya yang membuatnya nyaman, tenang, senang, dan
melindungi. Sedikit berbeda pada anak laki-laki yang mengidolakan orang,
pribadi, atau tokoh yang mempesona yang berasal dari dunia luar yang tidak
berasal dari lingkungan keluarganya. Keterpesonaan anak laki-laki biasanya
memiliki sifat kepahlawanan dan membanggakan dirinya.
Saat anak
memiliki gambaran yang demikian tersebut, keteladanan dan pola atau patron yang
ada sudah selayaknya adalah ideal diri minimal bukan hal yang buruk. Tontonan,
sikap dan sifat yang ada di sekitar saat ini sudah jauh dari ideal bagi anak. Kekerasan,
keculasan, kekejian, kebiadaban, dan ketidakadilan menjadi menu sarapan dan
makanan anak sehari-hari. Kebenaran yang hakiki tidak diketemukan lagi, karena
kebenaran berpusat pada kekuasaan dan uang.
Kegamangan anak
menuju pubertas belum selesai sudah masuk pada pubertas yang tidak kalah
membingungkan bagi remaja. Pornografi dan pornoaksi menjadi menu harian anak
dalam berbagai bentuk. Filter moral sudah banyak bergeser dan tergesek kemajuan
zaman yang gagap direspons oleh pemangku kebijakan di negara ini. Masyarakat meraba-raba
di dalam gelap dan menemukan jalan masing-masing dan tidak sedikit yang salah
jalan dan sekarang saatnya memanen kegagalan beberapa saat yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar