Senin, 19 Mei 2014

106 Tahun

Seratus enam tahun lalu, bangsa ini, yang belum terbentuk secara definitif seperti saat ini, sudah memiliki wacana, pemikiran besar mengenai persatuan dan kesatuan. Namun setelah berjalan lebih dari satu abad ini, masih seperti dulu, berkembang maju, atau justru mundur?
Satu jawabannya, mundur.
Sabang sampai Merauke, dari utara sampai selatan, persoalan kebangsaan berkaitan dengan kesukuan, primordialisme, berorientasi sempit sektarian, lebih kuat dibandingkan Bhineka Tunggal Ika.
Tidak bisa disangkal dan disangsikan lagi, kalau bangsa ini dibangun di atas berbagai latar belakang, agama, suku yang terdiri ribuan suku di seluruh bangsa, bahasa  dalam satu provinsi saja, bisa terdapat lebih dari beberapa bahasa, ras, golongan.
Seratus enam tahun lalu, hal itu sudah disatukan dalam arti tidak menjadi persoalan, dan kebangsaan ini mengatasi segala perbedaan.
Perbedaan bukan menjadi perpecahan justru menjadi perekat dan pemerkayaan Nusantara.
Hari ini, perbedaan dijadikan modal untuk menjatuhkan “lawan” yang masih sesaudara, sebangsa setanah air. Ketika ada konflik dengan negara tetangga, mana ada yang berani?
Bagaimana bangsa yang besar ini, bisa berperan di regional, apalagi global, kalau beraninya dengan saudara sendiri, dengan mengedepankan perbedaan yang sangat tidak prinsipial. Berani tidak berdialog secara akademis dan ilmiah dalam berbagai hal.
106 tahun sudah lewat, menonton NOAH saja takut kalau pengikutnya hilang imannya. Pengajaran yang sehat tentu tidak akan menghilangkan kepercayaan yang sudah dibangun hanya karena menonton film.
Hendak menjadi pejabat publik akan diteror karena agama kepercayaannya, rasnya, masa lalunya.....
Saatnya prestasi, kemampuan, ketrampilan dalam bidangnya untuk menjadi apapun itu dan tidak perlu dibesar-besarkan agamanya, rasnya, dan golongannya....
Keberagaman akan menjadi indah, bukan keseragaman karena takut mayoritas.
Kodrati, Tuhan memberikan alam ini berbeda dan beragam....
Minimal manusia itu dua, laki dan perempuan, itu seragam??
Mengapa harus dipaksakan sama?
Mari kita bangun keragaman di dalam kebersamaan...
Tuhan memberikan keragaman agar ada keindahan kog....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar