Seratus enam tahun lalu, bangsa ini, yang belum
terbentuk secara definitif seperti saat ini, sudah memiliki wacana, pemikiran
besar mengenai persatuan dan kesatuan. Namun setelah berjalan lebih dari satu
abad ini, masih seperti dulu, berkembang maju, atau justru mundur?
Satu jawabannya, mundur.
Sabang sampai Merauke, dari utara sampai
selatan, persoalan kebangsaan berkaitan dengan kesukuan, primordialisme,
berorientasi sempit sektarian, lebih kuat dibandingkan Bhineka Tunggal Ika.
Tidak bisa disangkal dan disangsikan lagi,
kalau bangsa ini dibangun di atas berbagai latar belakang, agama, suku yang
terdiri ribuan suku di seluruh bangsa, bahasa
dalam satu provinsi saja, bisa terdapat lebih dari beberapa bahasa, ras,
golongan.
Seratus enam tahun lalu, hal itu sudah disatukan
dalam arti tidak menjadi persoalan, dan kebangsaan ini mengatasi segala
perbedaan.
Perbedaan bukan menjadi perpecahan justru
menjadi perekat dan pemerkayaan Nusantara.
Hari ini, perbedaan dijadikan modal untuk
menjatuhkan “lawan” yang masih sesaudara, sebangsa setanah air. Ketika ada
konflik dengan negara tetangga, mana ada yang berani?
Bagaimana bangsa yang besar ini, bisa berperan
di regional, apalagi global, kalau beraninya dengan saudara sendiri, dengan
mengedepankan perbedaan yang sangat tidak prinsipial. Berani tidak berdialog
secara akademis dan ilmiah dalam berbagai hal.
106 tahun sudah lewat, menonton NOAH saja takut kalau pengikutnya hilang
imannya. Pengajaran yang sehat tentu tidak akan menghilangkan kepercayaan yang
sudah dibangun hanya karena menonton film.
Hendak menjadi pejabat publik akan diteror
karena agama kepercayaannya, rasnya, masa lalunya.....
Saatnya prestasi, kemampuan, ketrampilan dalam
bidangnya untuk menjadi apapun itu dan tidak perlu dibesar-besarkan agamanya,
rasnya, dan golongannya....
Keberagaman akan menjadi indah, bukan
keseragaman karena takut mayoritas.
Kodrati, Tuhan memberikan alam ini berbeda dan
beragam....
Minimal manusia itu dua, laki dan perempuan,
itu seragam??
Mengapa harus dipaksakan sama?
Mari kita bangun keragaman di dalam
kebersamaan...
Tuhan memberikan keragaman agar ada keindahan
kog....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar