Tenaga
kependidikan dan non kependidikan ada tambahan satu mulai tahun ini. Hari pendidikan nasionak tahun 2014 memperoleh
hadiah luar biasa, biasanya tenaga kependidikan adalah guru, dengan dibantu
tenaga non kependidikan yaitu tenaga teknis, tata usaha atau administrasi,
pustakawan, tenaga kebersihan, pengamanan atau satpam, dan tahun ini ada
tambahan POLISI.
Polisi
menjadi tenaga non kependidikan di sekolah-sekolah, apa maksudnya ini? Kasihan sebenarnya
Polisi, banyak waktu dan tenaga yang diburtuhkan untuk keamanan yang jauh ebih
mendesak dan penting, contoh adanya tahanan di kantor mereka yang bisa kabur,
malah baru saja bunuh diri, ribuan kasus yang belum terselesaikan, banyaknya
aksi kriminalitas dan kejahatan yang masih perlu penanganan serius. Ada gejala
baru pelemparan batu terhadap angkutan umum yang berjalan malam, bahkan ada
pengemudi yang buta karena aksi orang tidak bertanggung jawab. Anak negeri dan
masyarakat belum aman sepenuhnya, tenaga, pikiran, dan energi kepolisian biarkan pada porsinya
secara proporsional dan profesional, kasihan ketika semakin banyak kegagalan
bukan sepenuhnya kesalahan profesioanal kepolisian namun karena kebobrokan
sistem dan manageman bangsa yang masih perlu koordinasi lebih lanjut.
Kecurangan
bukan monopoli sekolah, mengapa distribusi soal ujian nasional harus sedramatis
dan seheroik saat ini. Siswa kita ini hendak dididik jahat atau baik? Kalau baik
mengapa harus dicurigai sedemikian besarnya?
Bandingkan
dengan gawe besar pemilu yang memang dilakukan oleh pelaku curang dan jahat? Apa
yang terjadi jauh lebih jahat dan curang, mengapa justru terkesan dibiarkan dan
ada pembiaran dan pengamanan dialihkan ke distribusi dan pengamanan ujian
nasional?
Ironis!!!!!!!
Di
mana para pemangku kebijakan pendidikan nasional dengan perlakuan seperti ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar