Jumat, 02 Mei 2014

Hadiah Hari Pendidikan Nasional......

Tenaga kependidikan dan non kependidikan ada tambahan satu mulai tahun ini.  Hari pendidikan nasionak tahun 2014 memperoleh hadiah luar biasa, biasanya tenaga kependidikan adalah guru, dengan dibantu tenaga non kependidikan yaitu tenaga teknis, tata usaha atau administrasi, pustakawan, tenaga kebersihan, pengamanan atau satpam, dan tahun ini ada tambahan POLISI.
Polisi menjadi tenaga non kependidikan di sekolah-sekolah, apa maksudnya ini? Kasihan sebenarnya Polisi, banyak waktu dan tenaga yang diburtuhkan untuk keamanan yang jauh ebih mendesak dan penting, contoh adanya tahanan di kantor mereka yang bisa kabur, malah baru saja bunuh diri, ribuan kasus yang belum terselesaikan, banyaknya aksi kriminalitas dan kejahatan yang masih perlu penanganan serius. Ada gejala baru pelemparan batu terhadap angkutan umum yang berjalan malam, bahkan ada pengemudi yang buta karena aksi orang tidak bertanggung jawab. Anak negeri dan masyarakat belum aman sepenuhnya, tenaga, pikiran, dan  energi kepolisian biarkan pada porsinya secara proporsional dan profesional, kasihan ketika semakin banyak kegagalan bukan sepenuhnya kesalahan profesioanal kepolisian namun karena kebobrokan sistem dan manageman bangsa yang masih perlu koordinasi lebih lanjut.
Kecurangan bukan monopoli sekolah, mengapa distribusi soal ujian nasional harus sedramatis dan seheroik saat ini. Siswa kita ini hendak dididik jahat atau baik? Kalau baik mengapa harus dicurigai sedemikian besarnya?
Bandingkan dengan gawe besar pemilu yang memang dilakukan oleh pelaku curang dan jahat? Apa yang terjadi jauh lebih jahat dan curang, mengapa justru terkesan dibiarkan dan ada pembiaran dan pengamanan dialihkan ke distribusi dan pengamanan ujian nasional?
Ironis!!!!!!!

Di mana para pemangku kebijakan pendidikan nasional dengan perlakuan seperti ini? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar