Hati-hati kuasa jahat menyesatkan ibadat kita. Saat
berdoa dan khawatir kalau doanya tidak dikabulkan karena ritual kita tidak
tepat, ada yang salah, ada yang kurang, dan itu menjadi pusat perhatian kita,
hati-hati itu bukan Tuhan yang hadir namun setan yang sedang mengganggu
kehidupan rohani kita.
Saat puasa, dan ada bisikan ayo berhenti saja,
Tuhan tidak perlu usahamu yang menyiksamu, Tuhan kan baik, mosok minta kamu
harus berlapar-lapar, setan hadir dan mengganggumu. Kamu puasa, dan hendak
menghentikannya, karena memang kamu lapar dan tidak kuat lagi, kamu dibisiki
kalau model puasamu seperti itu mana mau Tuhan dengar doamu.
Banyak paham mengenai doa dan rahmat yang
beredar. Tuhan mengatakan carilah maka Aku akan memberikan kepadamu. Ayat ini
membuat orang-orang yang percaya manusia tidak perlu berusaha menguatkan ayat
ini sebagai pembenar, dan dimanfaatkan setan untuk merusak manusia sehingga
tidak berdoa.
Berilah kami rezeki pada hari ini, ayat dalam
Bapa Kami ini, menekankan kepada kita berusaha dan memohon dengan tekun dalam
kehidupan kita sehari-hari. Rahmat Tuhan juga mengandaikan apa yang manusia
kehendaki. Tuhan bukan “sosok” yang kejam dan memaksakan kehendak. Kalau Tuhan
suka memaksakan kehendak, tentunya orang yang sedang main HP saat ibadat akan
dihancurkan dan dirusak karena menyinggung Tuhan. Tuhan tidak demikian. Tuhan
memberikan kebebasan sepenuh-penuhnya, bahkan kalau manusia memilih untuk
menghindari-Nya sekalipun.
Kasih-Nya demikian besar dan kuasa. Manusia yang
sombong, penuh dosa, menyangkal, dan mengingkari-Nyapun dipeluk-Nya,
ditebus-Nya dan bahkan dengan Putera kesayangan-Nya
Tuhan membebaskan manusia dengan apa danya,
jarang Dia menampar bahkan orang yang
lari dari pada-Nya, Dia tersenyum dan saat kita kembali untuk memohon bantuan
saat terjatuh senyum-Nya masih sama....
Dia tidak akan berubah selama-lamanya...
Kasih-Nya tetap sama sekarang dan sepanjang
masa.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar