Sabtu, 31 Mei 2014

Orang Kaya Sulit Masuk Surga




Tuhan bersabda, melalui Matius  19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Hal ini bukan berarti Tuhan menghendaki umat-Nya miskin dan menganggap harta sebagai kejahatan. Bukan terletak di dalam hartanya, namun bagaimana orang menghayati kepemilikannya itu di dalam hidupnya.
Pengalaman konkret, bagaimana tidak mudahnya menjalani praktek kerja lapangan sebagai calon pewarta sabda di tengah kawasan kaya, bukan elit, masih dalam tataran kaya. Tahun ke tahun yang di tempatkan di sana jarang yang bisa lulus dengan mudah. Mau membuka pintu gerbang saja sudah sulitnya minta ampun. Pintu gerbang rumah, belum pintu gerbang hatinya. Setiap membuat janji untuk berkunjung ada saja alasannya. Hari-hari biasa, jelas di toko, kebanyakan umat di wilayah itu berniaga di toko, malam pasti alasan capek, hari Minggu, mengemukakan alasan hari keluarga. Kegiatan keagaamaan hanya para penatua, para tua-tua yang mendengar saja sudah susah, yang masih sehat sulit untuk diajak terlibat secara aktif.
Kekayaan dan harta juga wujud dari berkat Tuhan, Paulus mengungkapkan, 1 Tim. 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Tawaran keselamatan yang datang dikalahkan kesibukan mengumpulkan harta yang menjadi alasan Tuhan, menyatakan sulit bagi orang kaya masuk kerajaan surga.
Apakah kekayaan merupakan ciri orang terberkati? Beberapa pihak menganggap kekayaan materi dan banyaknya harta sebagai bukti berkat Tuhan. Orang miskin berarti sebagai kutukan karena tidak diberkati Tuhan. Paham yang tidak sepenuhnya tepat karena apa? Tuhan berkali-kali menyelamatkan orang miskin. Orang miskin dijadikan contoh dan keteladanan di dalam karya Tuhan di dunia yang singkat.
Yesus bukan mengutuk kemiskinan atau kekayaan, namun sikap hati yang mengandalkan apa di dalam hidupnya. Harta atau Tuhan. Orang miskin yang disibukkan dengan pencarian harta, kalau tidak mendapatkannya mengeluh dan menghujat Tuhan tentu tidak akan dipuji sebagai yang berbahagia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar