Jumat, 30 Mei 2014

Mari Kita Renungkan, Kebhinekaan Kita....

Kembali, berita dan tindak intoleran terjadi di negara yang berazaskan Pancasila dan adanya semboyan negara yang mengagumkan Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah rumah dirusak karena sedang digunakan untuk berdoa bersama. Penghuni dan tamunya dianiaya. Mengapa toleransi masih saja menjadi pekerjaan rumah dan keprihatinan yang besar?
Pendidikan memegang peran, karena pendidikan yang ada tidak pernah memberikan kepada anak didik, sekaligus anak negeri untuk mengakomodasi perbedaan. Intimidasi dan diskriminasi oleh guru terhadap kaum minoritas dinampakkan dengan jelas dan gamblang. Dalam sistem evaluasi dengan menggunakan pilihan ganda anak siswa sudah diberikan pilihan yang seragam. Evaluasi sistem essai dan jawaban panjang menjadikan anak kreatif dan berani berbeda dalam koridor yang sama. Keseragaman dan tidak ada perbedaan dipupuk dan ditumbuhkembangkan.
Secara kodrat Tuhan menciptakan minimal dua, pagi sore, siang malam, laki-laki perempuan, bumi langit, mengapa masih ada saja kelompok-kelompok picik selalu memaksakan keseragaman. Pendidikan politik yang selalu menekankan perbedaan memberikan sumbangan yang tidak sedikit. Yang seharusnya mengakomodasi perbedaan diseragamkan, yang pada dasarnya memberikan ruang kesamaan selalu saja dicari-cari kesamaannya.
Keteladanan dan pendidikan perlu lebih banyak didorong agar menjadi panglima perubahan dan perbaikan berbangsa dan bernegara. Perbedaan itu indah, persamaan itu anugerah. Coba bayangkan saja sekiranya dunia ini hanya ada satu jenis, apapun itu, apa yang akan terjadi? Manusia akan mati karena bosan. Makan saja mencari variasi, namun mengapa saat ada perbedaan diintimidasi dan dipaksakan untuk sama.
Bapa-bapa bangsa, mendirikan di atas seluruh perbedaan yang dijadikan kekuatan. Sekelompok orang ingin menjadikan satu untuk menjadi kelemahan. Sudah katakan cukup menjelek-jelekan pihak lain, kutuk, hujat, dan celaan itu masa lalu. Tatap masa depan penuh berkat, keindahan di dalam perbedaan, dan membangun di dalam keragaman. Kekuatan kita adalah perbedaan mengapa harus dipaksakan untuk sama?

Mari kita renungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar