Saya hidup di kampung yang cuma kami sendiri
satu keluarga yang Katolik...
Bapak Ibu mendidik dengan keteladanan...
Tidak pernah merasa berbeda dan terlibat penuh
dalam masyarakat..
Setiap ada yang menilai kami miring, justru DIA
hadir dan menguatkan kami untuk mengampuni...
Saat teman sekolah dan teman bermain, dalam
usia “permusuhan” mengolok agamaku, aku diam saja, aku tidak sakit hati, aku
tidak tahu usia-usia kelas 4-5 itu mau jawab apa, itttu 20-30 tahun lalu...
Saat ini, ayo siapapun mau diskusi sampai mana,
aku berani...
DIA membekaliku dengan luar biasa banyak kog...
Saat aku dewasa, negaraku mengajariku aku masih
seperti 30 tahun lalu...
Aku diolok-olok oleh kampanye negaraku..
Saat Katolik dijadikan “kambing hitam” dalam
berpolitik...
Dijadikan “keburukan”...
Dengan nama santo itu tidak layak memimpin
negara ini...
Bhineka Tunggal Ika ke mana?...
Emang Katolik tidak boleh memimpin negara ini,
kalau mampu mengapa tidak???
Aku bangga sebagai orang Katolik yang sering
dikatakan KAFIR...
Tapi aku tidak pernah menghujat sesama dengan
sekaligus menyebut ASMA ALLAH...
Tidak pernah memukul orang dengan biadab
sekaligus mengucap ASMA ALLAH...
Tidak pernah merusak rumah ibadah dengan
menyeru ASMA ALLAH...
Aku bangga Katolik yang selalu seia dalam kata
dan perbuatan...
Ingat 1997 ketika semua takut dengan Pak Harto,
Gereja Katolik menyerukan Golput juga suatu pilihan....
Padahal Pak Harto almarhum paling benci dengan
kata golput...
Saat pemimpin berbeda dan berganti, semua orang
berbicara dengan bangga sebagai golput,
Kenabian dibutuhkan saat ada yang tidak beres
bukan saat keadaan aman....
Aku bangga tidak ada yang marah ataupun
membakar saat dihujat, karena TUHAN mengajarkan kami untuk mengampuni, karena
apa yang mereka lakukan tidak mereka mengerti...
Mengampuni membuat aku damai, membaca hujat dan
cela, bahkan dikatakan kafir segala...
Negara beradab atau biadab, aku mengampunimu,
karena kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan...
Menyosong Hari Raya Kedatangan Roh Kudus, aku
bangga Roh Kudus sudah memberikan ku keberanian dalam duniaku sekian puluh
tahun.............
Waktu TUHAN tidak pernah lampau, ataupun esok,
waktunya selalu kini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar